oleh

Akademi Swedia Siap Umumkan Penghargaan Nobel Bidang Sastra

Jakarta – Akademi Swedia, sebuah lembaga yang bertugas memilih calon pemenang penghargaan Nobel, rencananya pada Kamis, 9 Oktober 2019 akan mengumumkan dua pemenang hadiah Nobel bidang sastra, termasuk satu pemenang Nobel pada 2018 yang seremoninya belum dilakukan.

Akademi Swedia dipaksa mengesampingkan seremoni pemenang Nobel pada 2018 ketika muncul tuduhan perkosaan yang dilakukan suami seorang anggota Akademi Swedia. Semenjak muncul tuduhan itu, Akademi Swedia berbenah dengan cara meningkatkan transparansi. Akademi Swedia sekarang sudah berusia 233 tahun.

Para pemenang Nobel akan mendapat hadiah US$ 914 ribu atau Rp 12,9 miliar. Saat ini Yayasan Nobel meminta agar anggota Akademi Swedia, yang dipilih untuk seumur hidup dan statusnya bisa diubah hanya berdasarkan persetujuan Raja Swedia, melakukan lebih banyak upaya.

“Saya rasa mereka (Akademi Swedia) bisa melakukan upaya lebih, bertindak lebih terbuka dari sebelumnya dan saya rasa itu akan menjadi sebuah hal yang baik,” kata Lars Heikensten, Direktur Eksekutif Yayasan Nobel.

Menurut Heikensten, Yayasan Nobel dan Akademi Swedia sudah mencapai kata sepakat untuk mengevaluasi keanggotaan Akademi Swedia yang bersifat seumur hidup serta menguji sejumlah gagasan.

Heikensten sebelumnya mendesak Akademi Swedia untuk menangguhkan seremoni pemberian penghargaan Nobel 2018 dan mengeluarkan para ahli dari tim panel di Akademi Swedia. Namun pada Mei 2019 lalu, Heikensten memberikan lampu hijau untuk seremoni Nobel 2019.

“Reputasi kami adalah segalanya. Jelas saja ini penting untuk menghindari situasi seperti ini (dugaan perkosaan) dan hal ini tidak boleh terulang lagi,” kata Heikensten.

Yayasan Nobel saat ini telah menyusun kode perilaku umum yang mencakup beberapa aspek, seperti memastikan dan merahasiakan nama penerima hadiah, konflik kepentingan dan nepotisme bagi semua badan pemberi hadiah.

Akademi Swedia sendiri menolak memberikan komentar atas pemberitaan ini.

Sementara itu di bawah reformasi Akademi, seorang anggota Akademi Swedia bisa secara sukarela dapat mengundurkan diri seperti yang pernah dilakukan Katarina Frostenson, yang suaminya saat ini menerima hukuman atas tuduhan perkosaan dan membocorkan nama-nama pemenang hadiah Nobel.

Sedangkan Inggrid Elam yang merupakan profesor bidang sastra di Universitas Gothenburg mengaku sangat ingin melihat reformasi akademik yang lebih komprehensif. Elam menekankan batasan usia sangat penting untuk reputasi.

“Mereka harus menetapkan batas usia 80 tahun untuk anggota Akademi Swedia dan bekerja lebih banyak dengan komite dalam lingkup waktu yang ditentukan,” kata Elam.

Sumber:Tempo.co

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed